Pedas dan Nikmat, Ayam Bumbu RW, Ini Resepnya

Foto: TRIBUNMANADO/RIZKY ADRIANSYAH

AYAM yang dimasak dengan ‘bumbu RW’ memang sangat nikmat. Rasa pedas, beragam bumbu dan daging yang enak digigit menjadi ciri khas menu dengan bumbu ini. Tadinya bumbu RW yang aneka rasa itu hanya digunakan untuk memasak daging anjing. Masakah bumbu RW memang berasal dari Kota Manado dan Minahasa yang mengkonsumsi daging anjing.

Daging anjing dikenal dengan istilah RW (dibaca: erwe), singkatan dari rintek wuuk (bahasa Manado yang artinya ‘bulu halus’). Seperti arti istilah RW itu maka menu ayam bumbu RW pun akan berupa daging yang penuh bumbu. Selain ayam, bumbu RW memang bisa dimasak dengan daging itik (bebek), ikan gurita (boboca), kelinci atau kucing.

Menu ini pas sekali jika dinikmati dengan nasi hangat, singkong rebus atau pisang rebus. Apalagi jika bumbu diberikan banyak cabai rawit maka pedas nikmat yang menjadi khas bumbu RW akan terasa benar-benar lezat.(*)

Bahan:
‑ ayam
‑ daun kunyit
‑ daun bawang
‑ daun jeruk (iris tipis)
‑ daun pandan
‑ daun kemangi
‑ sere
‑ air
‑ merica, pala
‑ garam, mecin

Bahan dihaluskan:
‑ cabai rawit
‑ kunyit
‑ jahe

Cara membuat:
1. Tumis daun pandan, sere dan daun kunyit ampe harum
2. masukan daun bawang, kemangi, dan daun jeruk
3. masukan bumbu yang di haluskan, aduk2 ampe bumbu tercampur rata
4. masukan ayam trus aduk2
5. tambahkan air trus diamkan semenit
6. masukan pala bubuk n merica, aduk2 trus tutup 3 menitan
7. beri garam n mecin, aduk2 trus koreksi rasanya.
8. masak ampe air tinggal dikit, angkat trus hidangkan.(net)

Cara Memilih Daging Ayam

MEMILIH daging ayam potong yang baik sebaiknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut. Pertama, daging memiliki warna putih keabuan dan cerah. Warna kulit ayam biasanya putih kekuning‑kuningangan dan bersih. Jika disentuh, daging terasa lembab tidak lengket. Serat daging ayam halus, mudah dikunyah dan digiling, mudah dicerna, serta memiliki flavor lembut. Aroma daging ayam tidak menyengat, tidak berbau amis dan tidak busuk. Pembeli harus hati‑hati ketika membeli daging ayam, karena berdasarkan berita yang beredar, dipasaran sering ditemukan daging AYAM TIREN (mati kemaren). Seringnya, ayam jenis ini dijual oleh “penjual nakal” dengan harga yang relatif lebih murah. Pembeli dapat membedakan ayam jenis ini dari warna dagingnya yang putih pucat merah kehitam‑hitaman akibat penumpukan darah dalam daging yang tidak ke luar, serta aromanya yang bau. Tetapi biasanya untuk mengelabui pembeli, ayam tiren ini dijual setelah direbus dahulu dengan kunyit, untuk memberi efek warna kekuning‑kuningan dan menghilangkan baunya. Daging ayam tiren ini harus dihindari karena akan menjadi sumber penyakit bagi yang mengkonsumsinya.(net)

Memilih ayam segar
* Ayam segar biasa (segera dimasak, hanya tahan 4‑6 jam setelah dipotong)
* Ayam segar dingin (tahan 24 jam, dimasukkan dalam chiller/lemari es)
* Ayam segar beku, tahan untuk beberapa hari jika disimpan dalam kondisi yang tepat (24 C dibawah nol).

Mengenali kerusakan daging ayam
*Perubahan pada bagian tertentu dari karkas ayam (lengket pada bagian bawah sayap, pada pertautan antara kaki dan tubuh, serta bagian atas ekor).
*Terbentuk warna gelap pada bagian ujung sayap.

Daging ayam (kaya protein), tanda‑tanda kerusakan bahan makanan berprotein tinggi :
1. Bau busuk khas protein.
2. Kerusakan struktur jaringan (lembek, bahan menjadi berair).
3. Warna abnormal ( Daging unggas warna merah, putih kekuningan, abu sampai merah suram).

Penulis: Yudith_Rondonuwu

Sumber: http://manado.tribunnews.com/2014/01/26/pedas-dan-nikmat-ayam-bumbu-rw-ini-resepnya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *